Anoa khas Sulawesi Tenggara

Anoa khas Sulawesi Tenggara

Anoa khas Sulawesi Tenggara – binatang langka ini umumnya dapat dijumpai di habitat hutan-hutan primer, satwa langka ini senang tinggal dalam hutan yang jarang dijamah oleh manusia. Anoa digolongkan menjadi dua spesies yang berbeda, yaitu anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) dan anoa pegunungan (Bubalus quarlessi). Berat tubuh anoa dataran rendah dan pegunungan masing-masing, 300 Kg dan 150 Kg. Anoa dataran rendah memiliki tinggi pundak antara 80–100 cm, sedangkan anoa dataran tinggi antara 60-75 cm. Kesimpulannya, anoa dataran rendah relatif lebih besar dibandingkan dengan anoa yang ditemukan di dataran tinggi.

Artikel Anoa khas Sulawesi Tenggara

Secara internasional, hewan ini merupakan hewan yang sangat penting bagi kegiatan konservasi, di daerah yang dikenal sebagai “Wallacea bioregion” (Conservation International). Sampai saat ini konservasi anoa difokuskan pada perlindungan terhadap kawasan hutan dan penangkaran. Hambatan bagia konservasi anoa adalah ketidakpastian status taksonomi dan struktur populasinya di Pulau Sulawesi.[11] Sejak tahun 1986 hingga 2007, International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan anoa sebagai satwa terancam punah (Endangered species).

Baca Juga :

Habitat
Anoa merupakan binatang yang spesies terbesarnya di Indonesia. Kekayaan fauna ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang banyak memiliki binatang langka. Anoa termasuk hewan hutan hujan. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukannya adalah berkubangan di lumpur. Lokasi tempat hidup Anoa jauh dari jangkauan manusia dan menyukai sumber air permanen. Anoa mempunyai habitat yang spesifik dengan komponen dan sebaran lokasi yang dapat menunjang kebutuhan pakan dan perilakunya dan pada lokasi yang terbuka seperti padang rumput, jarang dihuni.Habitat anoa berada di hutan tropika dataran, sabana (savanna), terkadang juga dijumpai di rawa-rawa. Mereka merupakan penghuni hutan yang hidupnya berpindah-pindah tempat.

Perilaku
Anoa memiliki perilaku hidup secara soliter, namun tidak jarang juga dijumpai dalam kawanan tiga sampai lima ekor. Anoa umumnya hidup di hutan-hutan yang lebat, di dekat aliran air / sungai, danau, rawarawa, sumber air panas yang mengandung mineral dan di sepanjang pantai. Setiap tahunnya, induk anoa rata-rata hanya melahirkan satu bayi anoa. Anoa bisa bertahan hidup sekitar 20 tahun hingga 25 tahun, dan sudah mampu kawin serta berkembang biak pada umur 2 tahun sampai 3 tahun.[24]Anoa yang sedang terluka, birahi, induk yang baru melahirkan atau yang sedang menyapih anaknya akan cenderung bersifat agresif dalam setiap kelahiran.

Related posts