Beberapa Fakta Mengenai Beruang Madu

Beberapa Fakta Mengenai Beruang Madu

Daftarfaunaindonesia.web.id – Kota Balikpapan dikenal dengan sebutan Bumi Manuntung yang artinya beruang madu. Hewan menggemaskan ini menjadi maskot Balikpapan sejak tahun 2002. Balikpapan juga menjadi tempat konservasi untuk binatang langka ini. Bagaimana kehidupan dan upaya konservasi beruang madu yang menggemaskan ini, Berikut akan kami bahas mengenai beberapa fakta beruang madu yang harus kalian ketahui :

1. Berukuran paling mungil dibandingkan jenis beruang lainnya di dunia
Beruang ini adalah jenis terkecil dari 8 jenis beruang di dunia. Panjang badan sekitar 1,4 meter dan tinggi punggung 70 cm. Berat beruang madu antara 30 – 65 kg. Bulu berwarna hitam atau hitam kecoklatan, bulunya adalah yang terpendek dan terhalus diantara semua jenis beruang lainnya. Mata beruang madu berwarna coklat atau biru. Uniknya beruang ini memiliki tanda berwarna oranye, putih, kuning, atau titik-titik di dada bentuknya seringkali terlihat seperti matahari terbit. Beruang ini dapat bergerak dengan kecepatan 48 km per jam, dan hidup di pepohonan.

Permainan Judi IDN Poker Texas holdem sudah menjamur dimana-mana, terima kasih kepada IDN Poker yang telah membawa permainan ini menjadi permainan poker online yang menggunakan uang asli Rupiah di Indonesia. sehingga bisa dimainkan dimana saja dan kapan saja melalui smartphone oleh semua orang. Berhubung semua orang bisa memainkannya maka semakin susah untuk memenangkan setiap permainan poker karena setiap orang pasti akan mengevaluasi dan meningkatan kemampuan bermainnya setelah mereka kalah.

Dan bagi anda yang tertarik bermain judi poker di Situs Poker Online Indonesia dan belum memiliki ID, anda bisa segera melakukan Daftar Judi Poker Online Terpercaya bersama Agen Judi IDN Poker Terpercaya di Indonesia yang bisa anda cari di google.com ataupun melalui rekomendasi dari kawan-kawan anda.

2. Habitat beruang madu di kawasan Asia
Selain di Pulau Kalimantan, beruang madu (Helarctos malaynus) juga bisa ditemukan di Sumatera, dan kawasan Asia lainnya seperti: India, Bangladesh, Burma, Laos, Thailand, Kamboja, Vietnam. Binatang omnivora ini memakan buah-buahan dan tanaman. Sesuai namanya mereka juga suka sekali makan madu. Mereka juga berburu binatang kecil seperti burung, dan aneka serangga seperti: semut, larva kumbang, rayap, dan kecoak hutan.

3. Inilah manfaat beruang madu untuk hutan hujan tropis
Beruang madu adalah makhluk nokturnal atau hidup di malam hari. Biasanya hidup soliter dan tidak berhibernasi. Beruang madu suka memakan buah dengan biji utuh, jadi hewan ini sangat berguna untuk penyebaran tumbuhan berbiji besar, seperti: durian, cempedak, dan berbagai jenis buah lainnya.

Beruang madu berjalan sekitar 8 km setiap hari untuk mencari makan, mereka suka membongkar dan menggali tanah. Kebiasaannya ini bermanfaat untuk proses penguraian, daur ulang, serta penyebar biji-bijian pada hutan hujan tropis.

4. Beruang ini terancam punah
Pengrusakan hutan hujan tropis seperti: penebangan liar, alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit dan karet, serta pemukiman.Berkurangnya habitat beruang madu karena pertambangan batu bara, dan kebakaran hutan juga menjadi ancaman serius untuk populasi beruang madu. Beruang madu seringkali diburu untuk mendapatkan empedu, dan bagian tubuh lainnya. Karena habitatnya yang rusak, beruang madu masuk ke pemukiman penduduk dan memakan buah-buahan di kebun penduduk.

Baca Juga : Fakta Mengenai Kera Macaca Maura Dari Sulawesi Selatan

5. Perkembangbiakan beruang madu
Beruang madu tidak mempunyai musim kawin, sekali melahirkan biasanya anaknya dua ekor dan disusui selama 18 bulan, beruang madu hamil selama sekitar 95 hari. Anak beruang madu melekat dengan ibunya selama sekitar dua tahun baru kemudian hidup mandiri.

6. Konservasi beruang madu di Balikpapan
Perlindungan beruang madu di Indonesia sudah dilakukan sejak tahun 1973. Seorang peneliti, Gabriella Fredriksson meneliti beruang madu di Hutan Lindung Sungai Wain (1997 – 2002). Hutan ini adalah rumah bagi 50-100 beruang madu liar.

Upaya pelestarian beruang madu ini sangat penting untuk menjaga binatang ini dari kepunahan, sekaligus untuk pelestarian hutan hujan tropis Indonesia. Hasil penelitian Gabriella Fredriksson ini kemudian dipaparkan kepada wali kota Balikpapan dan beruang madu diputuskan menjadi maskot kota Balikpapan.

7. Pusat beruang madu, kawasan agrowisata
Tempat wisata beruang madu di Balikpapan ada di Kawasan Wisata Pendidikan dan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan atau dikenal dengan Pusat Beruang Madu. Lokasinya ada di Jl. Soekarno-Hatta KM 23, Karang Joang, Balikpapan.

Pengunjung bisa melihat beruang madu di kawasan yang merupakan hutan seluas 1,3 hektar. KWPLH Balikpapan ini bahkan dinilai memiliki cara konservasi ex-situ terbaik di Asia. Ada 7 ekor beruang madu yang didapatkan dari peliharaan penduduk atau yang gagal diperjualbelikan.

Related posts