Beberapa Fakta Unik Tentang Komodo

Beberapa Fakta Unik Tentang Komodo

Daftarfaunaindonesia.web.id – Salah satu hal yang istimewa dari Indonesia adalah kekayaan alamnya yang tidak terbatas. Bukan hanya beragam jenis tumbuhan tapi juga hewan-hewan liar yang super langka bahkan hanya bisa ditemukan di Indonesia, dan komodo adalah salah satunya.

Pulau Komodo dan sekitarnya menjadi satu-satunya habitat asli dimana kadal tua raksasa ini tinggal dan berkembang biak. Terlepas dari keberadaannya yang cukup langka, komodo tetaplah hewan yang istimewa dan memiliki banyak fakta menarik yang jarang diketahui oleh banyak orang lho!

1. Orang lokal mengenal mereka dengan nama “Ora”

Komodo adalah hewan purba yang sudah ada sejak ratusan bahkan mungkin ribuan tahun yang lalu. Keberadaan komodo di pulau Komodo sendiri baru diketahui oleh orang luar pada tahun 1912 ketika seorang tentara Belanda bernama Letnan van Steyn van Hensbroek menembak mati satu komodo dan mengirimkan kulitnya ke seorang peneliti bernama Peter Ouwens untuk diteliti. Sementara kita menyebut hewan ini dengan nama komodo, penduduk asli pulau menyebut mereka dengan nama “Ora” yang memiliki arti buaya darat.

SBOBET adalah situs taruhan secara daring. SBOBET beroperasi di Asia yang dilisensikan oleh First Cagayan Leisure & Resort Corporation, Manila-Filipina dan di Eropa dilisensikan oleh Pemerintah Isle of Man untuk beroperasi sebagai juru taruhan olahraga sedunia. SBOBET menawarkan taruhan olahraga dalam beberapa bahasa. SBOBET biasanya disebut sebagai Situs Bandar Judi Bola Terpercaya yang sudah dikenal di Indonesi sejak tahun 2014.

2. Bukan hanya ular, komodo ternyata juga memiliki bisa mematikan

Beberapa tahun yang lalu, para peneliti percaya bahwa komodo memiliki air liur yang mematikan dan bisa membunuh seekor kerbau hanya dalam satu gigitan. Faktanya, air liur komodo hanya memiliki sedikit bakteri. Alih-alih membunuh mangsa dengan air liur, komodo sebenarnya membunuh mangsa mereka dengan bisa atau racun yang dia miliki.

Bisa ini disimpan di kelenjar racun yang terletak di rahang bawah. Setelah komodo menggigit mangsa hingga terluka, dia akan menyuntikkan racun lewat lidahnya yang berbisa.

Meski luka akibat gigitan komodo tidak terlalu parah tapi racun yang menyebar lewat luka gigitan sanggup membuat hewan maupun manusia kehilangan banyak darah, kelumpuhan, kerusakan jaringan, disertai dengan rasa sakit yang luar biasa sebelum akhirnya ambruk ke tanah dan jadi santapan komodo.

Baca Juga : Fakta Unik Tentang Macan Tutul

3. Mereka bisa mengkonsumsi makanan hingga 80% bobot tubuhnya

Seekor komodo bisa mencapai ukuran 2,7 sampai 3 meter dengan bobot mencapai 166 kg. Bukan hanya memiliki tubuh yang besar, kadal purba ini juga memiliki selera makan yang besar. Komodo memiliki rahang yang elastis dan membuat mereka bisa menelan mangsa yang memiliki bobot 80% dari bobot tubuhnya sendiri.

Meski mampu menelan seekor kambing bulat-bulat, tapi komodo memiliki sistem pencernaan yang lambat. Setelah makan besar mereka akan berjemur dibawah sinar matahari untuk mempercepat proses pencernaan. Jika proses tersebut selesai, komodo akan memuntahkan kembali sisa makanan seperti tanduk, gigi, atau rambut mangsa yang tidak bisa dicerna.

Intensitas berburu komodo tergantung seberapa besar mangsa yang dia dapatkan. Semakin besar mangsanya, maka akan semakin jarang komodo berburu. Umumnya seekor komodo hanya perlu makan satu kali sebulan.

4. Saat lapar, mereka bisa berubah jadi kanibal

Komodo adalah hewan pemakan daging alias karnivora. Bukan hanya memangsa hewan lain, komodo juga tidak segan membongkar makam manusia dan memakan jenazah yang dikuburkan. Komodo memang bukanlah hewan yang ramah, bahkan untuk jenis mereka sendiri.

Seekor komodo dewasa bisa saja menyerang dan memakan komodo yang lebih kecil jika mereka sedang lapar. Dan yang lebih parah adalah komodo dewasa juga tidak segan untuk memakan bayi mereka sendiri setelah lahir.

5. Bayi komodo bersembunyi dari orangtuanya

Karena kebiasaan saling memakan satu sama lain, biasanya bayi atau komodo yang lebih muda akan kabur sejauh mungkin dari komodo dewasa. Berbeda dengan komodo dewasa, komodo yang masih muda bisa memanjat pohon dan bersembunyi di atas pohon dan baru benar-benar turun ke tanah setelah usianya 4 tahun. Cara lainnya adalah dengan berguling di atas kotoran mereka atau kotoran milik komodo lain. Ini dilakukan untuk menyamarkan bau tubuhnya dari komodo dewasa.

6. Komodo betina tidak membutuhkan komodo jantan untuk bisa berkembang biak

Berbeda dengan kebanyakan hewan lainnya, komodo betina tidak memerlukan komodo jantan untuk bisa bereproduksi. Komodo betina bisa tetap bertelur melalui proses partenogenesis di mana sel telur akan saling membuahi satu sama lain. Bukan hanya tidak memerlukan komodo jantan, beberapa komodo betina bahkan tidak pernah hidup bersama komodo jantan.

Related posts