Beberapa Fakta Unik Tentang Trenggiling

Beberapa Fakta Unik Tentang Trenggiling

Daftarfaunaindonesia.web.id – Trenggiling merupakan hewan pemakan semut yang memiliki bentuk unik karena bentuk tubuh nya dan sisik nya, sisik trenggiling dapat berguna sebagai obat obatan tradisional dan daging nya dapat dimakan dan dijadikan makanan favorit divietnam. mari kita simak beberapa fakta unik lainnya.

Berikut telah kami rangkum beberapa fakta unik trenggiling yang perlu diketahui.

Terdapat 8 spesies trenggiling di dunia. 4 spesies di Afrika dan 4 spesies di Asia,

  • Lidah trenggiling lebih panjang dari badan trenggiling tersebut.
  • Seekor trenggiling dapat mengkonsumsi 70 juta semut per tahun.
  • Trenggiling tidak memiliki gigi. Mereka mengunyah dengan kerikil & duri keratin terletak di dalam perutnya.
  • trenggiling menutup telinga dan hidung mereka untuk menjaga agar tidak dimasuki serangga dari luar.
  • Trenggiling menandai wilayah mereka dengan air kencing, tinja dan sekresi yang bercanpur dengan kelenjar khusus.
  • Bayi Trenggiling dibawa di punggung dan ekor ibu mereka.
  • Berat sisik trenggiling mencapai 20% dari total berat tubuh mereka.
  • Sisik trenggiling terbuat dari keratin seperti kuku manusia.
  • Puluhan ribu trenggiling liar dibunuh setiap tahun untuk diperdagangkan sisik dan dagingnya.

Di dunia terdapat delapan spesies trenggiling yang dikelompokkan dalam empat genus. Sebanyak 4 spesies diantaranya hidup di Asia sedangkan 4 spesies sisanya hidup di Afrika. Dari kedelapan spesies tersebut, satu jenis hidup di Indonesia yaitu spesies trenggiling yang bernama ilmiah Manis javanica atau dikenal dengan Sunda Pangolin.
Kedelapan spesies trenggiling tersebut adalah:

Baca Juga : Beberapa Penyakit Yang Disebabkan Oleh Interaksi dengan Hewan

  • Manis crassicaudata (Thick-tailed Pangolin); hidup di Bangladesh, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Status konservasi Near Threatened.
  • Manis culionensis (Philippine Pangolin); hidup di Filipina. Status konservasi Near Threatened.
  • Manis javanica (Sunda Pangolin); hidup di Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Status konservasi Endangered.
  • Manis pentadactyla (Chinese Pangolin); hidup di Bangladesh, Bhutan, China, Hong Kong, India, Laos, Myanmar, Nepal, Taiwan, China, Thailand, dan Vietnam. Status konservasi Endangered.
  • Phataginus tricuspis (sinonim: Manis tricuspis; White-bellied Pangolin); Hidup di Angola, Benin, Kamerun, Afrika Tengah, Kongo, Equatorial Guinea, Gabon, Ghana, Kenya, Liberia, Nigeria, Rwanda, Sierra Leone, Sudan, Tanzania, Togo, Uganda, dan Zambia. Status konservasi Near Threatened.
  • Smutsia gigantea (sinonim: Manis gigantea; Giant Ground Pangolin); hidup di Rwanda. Status konservasi Near Threatened.
  • Smutsia temminckii (sinonim: Manis temminckii; Temminck’s Ground Pangolin). Hidup di Angola, Botswana, Afrika Tengah, Chad, Ethiopia, Kenya, Malawi, Mozambiq, Namibia, Afrika Selatan, Sudan, Swaziland, Tanzania, Uganda, Zambia, dan Zimbabwe. Status konservasi Last Concern.
  • Uromanis tetradactyla (sinonim: Manis tetradactyla; Black-bellied Pangolin). Hidup di Kamerun, Kongo, Equatorial Guinea, Gabon, Ghana, Liberia, Nigeria, dan Sierra Leone. Status konservasi Last Concern.

Related posts