CONTOH FAUNA ENDEMIK INDONESIA BARAT

CONTOH FAUNA ENDEMIK INDONESIA BARAT

CONTOH FAUNA ENDEMIK INDONESIA BARAT – Indonesia merupakan salah satu yang punya keanekaragam, iklim serta geografis Indonesia memengaruhi pembentukan karakter flora maupun faunna yang endemik.

Fauna endemik adalah satwa yang keberadaannya hanya dapat ditemukan di satu wilayah tertentu. Karena memiliki habitat terbatas, satwa-satwa endemik kerap langka sehingga harus dilindungi.

Mengutip laman ProFauna, setidaknya ada 300.000 jenis satwa liar atau 17 persen dari populasi satwa di dunia ada di Indonesia, dan sebanyak 45 persen jenis ikan hidup di perairan Indonesia. Tak hanya itu, Indonesia juga memiliki ratusan jenis mamalia terlengkap. Pada 2014, BKKH (Balai Kliring Keanekaragaman Hayati) mencatat total jumlah fauna endemik di Indonesia mencapai 1.468 jenis.

Ribuan spesies satwa endemik itu terdiri dari 270 jenis mamalia, 386 jenis burung, 328 jenis reptil, 204 jenis amfibi, dan 280 jenis ikan. Meski demikian, ancaman kepunahan terhadap para satwa endemik ini perlu diwaspadai.

Pasalnya, aktivitas manusia, seperti perluasan lahan dan penebangan hutan akan mengakibatkan berkurang dan rusaknya habitat mereka di hutan. Untuk itu, sangat diperlukan peningkatan usaha pelestarian dan perlindungan terhadap satwa liar dan endemik.

Mengutip buku Biogeografi (2018) karangan Dr. Muhammad Zid dan Ode Sofyan Hardi, berikut ini contoh macam-macam fauna endemik di Indonesia bagian barat, tengah, dan timur.

BACA JUGA : Daftar Pemain Bulu Tangkis dengan Smash Tercepat

Contoh Fauna Endemik Indonesia Bagian Barat

a. Kucing Merah (Pardofelis badia)

Kucing merah merupakan satwa liar endemik dari Pulau Kalimantan. Satwa ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil daripada kucing emas Asia.

Bulunya berwarna coklat terang dan lebih pucat di bagian bawah tubuhnya, bulu kaki dan ekornya pun berwarna agak pucat dan merah. Kucing Merah memiliki ekor yang panjang dan meruncing di ujungnya. Secara fisik, satwa ini memiliki panjang bervariasi, berkisar antara 49,5 hingga 67 cm.

Panjang ekornya 30 hingga 40,3 cm. Kucing ini memiliki berat 3-4 kilogram saat dewasa. Pada tahun 2002, IUCN mengklasifikasikan kucing merah sebagai satwa endemik yang terancam punah. Hal ini dikarenakan terjadinya penurunan populasi yang diperkirakan mencapai lebih dari 20 persen saat itu. Pada tahun 2007, tercatat jumlah populasi efektif satwa ini diperkirakan kurang dari 2.500 ekor kucing merah dewasa.

b. Owa Jawa (Hylobates moloch)

Owa Jawa merupakan satwa sejenis primata yang masuk ke dalam suku Hylobatidae. Populasi owa Jawa saat ini tersisa antara 1.000 – 2.000 ekor saja. Owa Jawa tersebar secara terbatas di daerah Jawa Barat. Satwa ini hidup dengan membentuk kelompok-kelompok kecil. Aktivitasnya sehari-hari adalah berayun dan berpindah di antara dahan dan ranting di tajuk pohon yang tinggi. Tubuh Owa Jawa berwarna keabu-abuan, dengan sisi atas kepalanya berwarna lebih gelap, serta memiliki wajah yang kehitaman. Tangan Owa Jawa berukuran relatif lebih panjang dari tubuhnya.

c. Landak Jawa

Landak jawa banyak ditemukan di daerah hutan, dataran rendah, kaki bukit, dan area pertanian. Fauna endemik dari Indonesia ini memiliki ciri fisik yang khas, yakni pada tubuhnya yang diselimuti oleh rambut halus, rambut peraba, dan rambut duri. Meskipun satwa ini bukan termasuk hewan yang terancam punah dalam daftar IUCN, landak jawa kerap kali diburu manusia karena telah merusak tanaman budidaya mereka. Selain itu, di beberapa tempat, daging landak juga diolah menjadi makanan sate.

Related posts