Enggang Gading

Enggang Gading

daftarfaunaindonesia.web.id – Enggang Gading adalah salah satu jenis burung yang memiliki leher tak berbulu dan berwarna merah untuk pejantan. Sedangkan betina berleher biru pucat.  burung ini menjadi maskot di provinsi Kalimantan Barat. Dan termasuk fauna yang di lindungi undang-undang.

Rangkong gading jantan memiliki leher tidak berbulu dan berwarna merah, sedangkan untuk rangkong gading betina, leher berwarna biru pucat. Enggang ini cukup mudah dikenali, ukuran sangat besar (120cm ditambah 50 cm pita pada ekor tengah). Ciri khas : ekor putih dengan garis hitam meintang dan garis putih lebar pada sayap. Tanduk kuning-merah pada m, tinggi, berbentuk kotak yang digunakan sebagai “gading enggang” untuk membuat ukiran. Iris merah, paruh kuning dan merah, kaki cokelat.

Baca juga : Rusa Timor

Suara: Satu seri nada “tuk” yang mantap dipercepat menjadi suara “tii-pup” sebelum suara mirip terompet “tutt, tutt,..” yang sangat keras dan berulang-ulang.

Burung Rangkong (Enggang) adalah burung yang terdiri dari 57 spesies yang tersebar di Asia dan Afrika. diantaranya ada terdapat 14 spesies di Indonesia. Di antara enggang, jenis enggang gading adalah yang terbesar ukurannya, baik kepala, paruh dan tanduknya yang menutupi bagian dahinya.

Karena jumlahnya yang semakin sedikit burung ini termasuk dalam jenis fauna yang dilindungi undang-undang.

Burung Enggang Gading diwujudkan dalam bentuk ukiran pada Budaya Dayak, sedangkan dalam budaya Banjar, burung Enggang Gading diukir dalam bentuk tersamar (didistilir) karena Budaya Banjar tumbuh dibawah pengaruh agama Islam yang melarang adanya ukiran makhluk bernyawa.

Enggang Gading juga merupakan simbol budaya suku Naga di India timur.

Baca juga : Ayam Bekisar

Binatang yang dilindungi ini pada usia mudanya mempunyai paruh dan mahkota berwarna putih. Seiring usianya, paruh dan mahkotanya akan berubah warna menjadi oranye dan merah, ini akibat dari seringnya enggang menggesekkan paruh ke kelenjar penghasil warna oranye merah yang terletak di bawah ekornya. Burung ini menyukai daun Ara sebagai makanan favoritnya, tapi tidak jarang juga makan serangga, tikus, kadal bahkan burung kecil.

Burung enggang biasa bertengger di pohon yang tinggi

Sebelum terbang Enggang memberikan tanda dengan mengeluarkan suara gak yang keras. Ketika sudah mengudara kepakan sayap enggang mengeluarkan suara yang dramatik.

Enggang pada beberapa kebudayaan kuno menjadi bagian ritual yang melambangkan kebebasan, kesucian dan loyalitas. Namun sekarang ini burung Enggang merupakan burung langka yang sudah sangat sulit di temui di hutan Kalimantan. Kini Enggang termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi karena terancam punah. Faktor-faktor yang menyebabkan enggang ini terancam punah adalah:
1. Kerusakan hutan dikarenakan pengerusakan hutan borneo yang terus-menerus terjadi, seperti penebangan hutan baik illegal logging maupun untuk dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan..
2. Kasus perburuan dan perdagangan satwa ini kian marak terjadi sejatinya menjadi prioritas untuk diselesaikan, namun hingga saat ini kasus-kasus perdagangan dan penyeludupan kembali terjadi dan terulang.
Jenis Burung Enggang di Indonesia di lindungi oleh pemerintah yang di tuangkan dalam Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999. Berdasarkan IUCN, 5 jenis rangkong Indonesia berstatus terancam dan satu jenis bersifat mendekati kepunahan. Upaya pencegahan agar Burung Enggang ini tidak punah adalah
1. Melestarikan hutan dan lingkungan sekitar
2. Reboisasi
3. Mengawasan perkembangan Burung enggang
Keperdulian kita terhadap lingkungan semakin diperlukan segera dan medesak meningkat keselarasan alam telah kian memudar dengan adanya nafsu-nafsu jahat dalam diri manusia. Kalu tidak melakukan keperdulian sekarang kapan lagi. Rumah bagi para burung dan hewan lainnya sudah berubah fungsi menjadi perkebunan sawit skala besar. Kemana para burung dan hewan lainnya akan berdiam dan tinggal di hutan, jika diluar mereka diburu.

Related posts