Fakta Menakjubkan dari Keindahan Burung Kasuari

Fakta Menakjubkan dari Keindahan Burung Kasuari

Daftarfaunaindonesia.web.id – Kalau kalian mengira dinosaurus telah punah dan tak lagi bisa ditemukan di zaman modern, kalian salah. Dengan warna eksotis dan tubuh setinggi orang dewasa, burung kasuari pantas disebut dinosaurus modern. Tak hanya raksasa, burung ini juga dicap sebagai burung paling berbahaya di dunia dengan cakar tajam dan tendangan kuatnya. Berikut fakta fakta dari keindahan burung kasuari. Kalian wajib tahu!

1. Ada tiga spesies Kasuari yang masih hidup

Burung kasuari memiliki tiga spesies, antara lain Kasuari Gelambir-ganda atau Kasuari Selatan (Southern Cassowary), Kasuari Gelambir-tunggal atau Kasuari Utara (Northern Cassowary), dan Kasuari Kerdil. Kasuari Kerdil merupakan salah satu hewan endemik Indonesia, dapat ditemukan di hutan-hutan papua.

Satu spesies lainnya, Pygmy Cassowary, telah lama punah dan diperkirakan hidup di zaman es. Fosilnya ditemukan di daratan Australia.

2. Memiliki warna yang menarik dan eksotis

Kasuari memiliki pola pewarnaan yang begitu eksotis. Bulu tebalnya berwarna hitam dan memiliki tekstur kesat sekaligus kasar. Di baliknya terdapat kulit berwarna biru terang yang sama seperti pada leher dan kepalanya. Warna merah pola pada tengkuk sama dengan gelambirnya.

Pewarnaan ini baru muncul setelah anak kasuari mencapai umur dua hingga empat tahun. Anak kasuari yang baru menetas memiliki warna krem dengan belang hitam, lalu berubah menjadi cokelat ketika menginjak umur lima bulan.

3. Mereka termasuk burung paling besar di dunia

Kasuari Selatan adalah burung paling tinggi ketiga dan paling berat kedua di dunia setelah burung unta dan emu. Kasuari Selatan bisa memiliki tinggi antara 150-180 cm. Berat Kasuari Selatan betina rata-rata 58,5 kg, sementara pejantan sekitar 29-34 kg. Beberapa Kasuari Selatan betina bahkan bisa memiliki tinggi mencapai dua meter.

Sementara itu, Kasuari Kerdil adalah spesies kasuari paling kecil dengan tinggi antara 90-150 cm dan berat antara 17,6-26 kg.

Baca Juga : Fakta unik kura-kura leher panjang asal Pulau Rote

4. Memiliki cakar sepanjang 12 cm

Kasuari memiliki tiga jari pada tiap kakinya dan masing-masing dilengkapi dengan cakar tajam. Cakar pada jari tengah bisa mencapai panjang 12 cm.

Seorang kandidat doktoral Universitas Texas bernama Sarah Davis membagikan sebuah foto di akun Twitter-nya pada 16 Januari 2019. Foto itu menampakkan kaki seekor pejantan Kasuari Selatan yang tengah dipelajarinya untuk proyek penelitian kelulusan. Tanpa penjelasan dari pengunggah foto, siapapun tak akan mengira bahwa kaki itu milik seekor kasuari.

5. Mengerami dan membesarkan anak adalah tugas pejantan

Tugas mengerami telur, membesarkan, dan melindungi anak-anak dari bahaya adalah tugas para pejantan. Pada musim kawin, betina akan kawin dengan beberapa pejantan dan bertelur di sarang mereka. Setelah itu, pejantan akan mengerami telur selama 50-52 hari dan tetap berada di sarang selama sembilan bulan untuk membesarkan anak-anaknya.

6. Fungsi ‘tanduk’nya masih misterius

Pelindung kepala pada kasuari yang menyerupai tanduk ini terbuat dari keratin (materi dasar penyusun kuku). Ukurannya bisa mencapai 18 cm. Meskipun dalamnya kosong, ‘tanduk’ ini memiliki tingkat kepadatan yang nyaris sama dengan paruhnya.

Fungsi asli tanduk ini masih diperdebatkan. Beberapa pendapat mengatakan bahwa tanduk ini berfungsi untuk menarik lawan jenis, melindungi kepala kasuari dari buah-buahan yang jatuh, menyingkirkan semak-semak, dan berkomunikasi.

7. Mampu berkomunikasi dengan suara berfrekuensi rendah

Kasuari mampu menghasilkan suara berfrekuensi rendah untuk berkomunikasi di hutan lebat. Mereka bersuara untuk panggilan kawin hingga mempertahankan wilayah. Mereka dapat menghasilkan suara berfrekuensi paling rendah yang dihasilkan oleh burung dan hampir tidak bisa didengar oleh manusia.

8. Disebut sebagai burung paling berbahaya di dunia

Tak hanya cakar tajamnya, kekuatan kaki kasuari dapat menimbulkan luka fatal. Dengan kakinya, mereka mampu berlari secepat 50 km/jam dan melompat setinggi 1,5 m. Sejauh ini, serangan kasuari telah menewaskan seorang anak berumur 16 tahun dan seekor anjing. Tendangan kasuari mampu menyebabkan patah tulang, luka tusuk dan koyak pada manusia.

9. Hewan yang pemalu dan teritorial

Kasuari merupakan hewan pemalu dan teritorial. Di alam liar, mereka cenderung menghindari manusia. Bila didekati, mereka akan bersikap agresif layaknya hewan liar pada umumnya. Serangan kasuari kebanyakan diakibatkan oleh kontak dengan manusia.

10. Mereka terancam punah

Kasuari Selatan dan Utara memiliki status konservasi rentan, sementara Kasuari Kerdil hampir terancam. Menurunnya populasi mereka sebagian besar diakibatkan oleh hilangnya habitat asli. Kini habitat mereka tinggal 20-25% dari porsi habitat awal.

Itu tadi adalah fakta-fakta dari burung kasuari. Status kelestarian mereka tengah terancam dan merupakan tugas kita meningkatkan kesadaran untuk melindungi mereka.

Related posts