Macan Dahan

Macan Dahan

Macan Dahan Kalimantan atau Macan Tutul Kalimantan “Borneo Clouded Leopard”, merupakan predator terbesar di pulau Kalimantan. Selama ini para peneliti beranggapan bahwa Macan Dahan Borneo merupakan subspecies Macan Tutul Asia Tenggara (Neofelis nebulosa).

Baru pada tahun 2014 ini para peneliti menyadari bahwa Macan Dahan Kalimantan yang juga ditemukan di pulau Sumatra merupakan suatu species yang berbeda. Macan Dahan Kalimantan memiliki belang yang sangat berbeda dengan Macan Tutul Asia Tenggara. Sehingga para ilmuwan telah menemukan bahwa macan tutul yang ditemukan di pulau Kalimantan dan Sumatera adalah spesies kucing yang baru.

Para peneliti di US National Cancer Institute mengatakan perbedaan antara Macan Dahan Kalimantan dan Macan Tutul Asia Tenggara kemungkinan menyimpang dari populasi daratan sekitar 1,4 juta tahun yang lalu.
“Hasil riset genetik jelas menunjukkan bahwa Macan Dahan Borneo harus dianggap sebagai spesies terpisah” kata Dr Stephen O’Brien, Kepala Laboratorium Keanekaragaman Genom, US National Cancer Institute. “Tes DNA menemukan sekitar 40 perbedaan antara kedua spesies”.

Hasil studi genetik didukung oleh penelitian terpisah pada variasi geografis macan tutul, terutama didasarkan pada pola bulu dan pewarnaan kulit yang diadakan di koleksi museum.

Macan Dahan Kalimantan memiliki tanda kecil awan, banyak tempat yang berbeda dalam tanda awan, bulu abu-abu dan punggung stripe ganda. Hal ini lebih gelap daripada spesies daratan. Sedangkan Macan Tutul Asia Tenggara memiliki awan besar lebih sedikit di kulit mereka dan bintik-bintik di dalam tanda awan. Mereka lebih ringan dalam warna, dengan kecenderungan cokelat berwarna bulu dan parsial ganda punggung stripe.

Baca Juga ;

Kasuari Kerdil

Kucing Merah Kalimantan

Diperkirakan populasi Macan Dahan Kalimantan di Kalimantan sebanyak 5.000 hingga 11.000 ekor. Sedangkan di pulau Sumatra berada di kisaran 3.000 sampai 7.000 ekor.
Analisis genetik terbaru menunjukkan bahwa yang ditemukan di Borneo sangat berbeda dan dianggap sebagai spesies terpisah. Tes DNA ditemukan sekitar 40 perbedaan nukleotida antara Macan Dahan Kalimantan (Neofelis diardi) dan Macan Tutul Asia Tenggara (Neofelis nebulosa). Hal ini sebanding dengan perbedaan antara spesies Panthera besar. Singa dan macan tutul, misalnya, memiliki 56 perbedaan nukleotida. Hasil gabungan dari analisis DNA titik 1-3 juta tahun perbedaan dalam pemisahan, sedangkan jarak diterima spesies adalah 1-2 juta tahun.

Macan Dahan Kalimantan pertama kali dijelaskan secara ilmiah pada tahun 1821 oleh naturalis Inggris Edward Griffith. Nama ilmiah dari macan tutul dari daratan adalah Neofelis nebulosa, sedangkan Macan Dahan Kalimantan sekarang disebut Neofelis diardi borneensis, sedangkan untuk yang di Sumatra disebut sebagai Neofelis diardi diardi.

Macan Dahan Kalimantan berhabitat pada sebagian besar hutan Kalimantan, dari daerah pesisir ke pegunungan. Biasanya menghindari daerah terbuka dengan sedikit pohon dan sangat sensitif terhadap gangguan manusia.

Di habitatnya Macan Dahan (Macan Tutul Kalimantan) memangsa monyet, kancil, kijang, babi muda, rusa dan kancil, yang mengintai di tanah atau melompat pada dari cabang pohon. Kadang-kadang memangsa burung dan biawak.

Related posts