Mandar Dengkur khas Sulawesi Barat

Mandar Dengkur khas Sulawesi Barat

Mandar Dengkur khas Sulawesi Barat – Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal dengan nama Snoring Rail dan burung yang memiliki nama latin Aramidopsis plateni .Burung Mandar Dengkur memiliki tinggi sekitar 29 cm, dengan penampilan seperti yang terlihat pada gambar ilustrasi di awal postingan ini. Yang unik adalah, suara yang dikeluarkan oleh burung ini terdengar mirip dengan suara babi liar. Burung Mandar Dengkur adalah jenis burung omnivora. Namun mereka lebih sering memakan tumbuh-tumbuhan.

Mandar dengkur terbatas di Sulawesi dan Buton, dan memiliki perkiraan populasi 3.500-15.000 ekor. Jumlahnya diperkirakan akan menurun, dan jangkauan terbatas dan populasi kecil berarti bahwa spesies diklasifikasikan sebagai Rentan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Artikel Mandar Dengkur khas Sulawesi Barat

Mungkin burung ini telah menyebar sedikit, tetapi terdapat pengawahutanan luas dalam jangkauannya yang mengakibatkan kehilangan dan fragmentasi habitat yang sesuai. Mandar ini telah dilindungi oleh hukum Indonesia sejak tahun 1972, dan Taman Nasional Lore Lindu dan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone besar berada dalam jangkauannya, tetapi penebangan dan pemotongan rotan terjadi bahkan di daerah-daerah yang dilindungi, dan perambahan manusia juga merupakan masalah di Lore Lindu. Mandar ini ditangkap untuk makanan di masa lalu, dan kadang-kadang dibunuh oleh anjing, kucing, dan predator diintroduksi lainnya. Sebuah survei tahun 2007 dari kawasan lindung Sulawesi gagal menemukan mandar ini, menunjukkan bahwa burung ini benar-benar langka bahkan dalam kawasan lindung.

Baca Juga :

Kebiasaan
Hidup berpasangan atau berkelompok dalam jumlah kecil. Sangat mencolok ketika terbang, dengan kepakan sayap yang cepat dan kuat diselingi gerakan melayang serta saling meneriaki. Bila sedang bersuara dari tempat bertengger, jambul ditegakkan lalu diturunkan. Jenis ini tertekan dengan ledakan populasi yang mengejutkan selama 10-15 tahun terakhir, akibat penangkapan yang berlebihan untuk perdagangan burung dalam sangkar, dan sekarang langka akibat kegiatan ini. Menghuni hutan primer dan sekunder yang tinggi dan tepi hutan; juga hutan monsun (Nusa Tenggara), hutan yang tinggi bersemak, semak yang pohonnya jarang dan lahan budidaya yang pohonnya jarang.

Makanan
Mandar dengkur adalah pemakan segala atau omnivora, akan tetapi burung ini lebih sering memakan tumbuhan.

Habitat
Habitat mandar dengkur adalah hutan primer dan hutan sekunder berpohon tinggi di dataran rendah hingga ketinggian 1300 meter

Related posts