Mengenal Lebih Landak Sumatera

Mengenal Lebih Landak Sumatera

Landak Sumatera  – Landak atau yang dalam bahasa Inggrisnya disebut Pocupine, merupakan sejenis hewan pengerat (Rodentia) yang mempunyai bulu tebal berbentuk duri tajam yang menutupi tubuh bagian atas mereka. Bulu landak ini pada umumnya berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan diri (namun tidak semua spesies landak mempunyai bulu yang keras, Beberapa spesies landak juga ada yang mempunyai bulu yang lembut seperti Trichys Lipura di Borneo). Secara umum, keluarga landak terbagi ke dalam duam macam, yaitu Hystricidae dan Erethizontidae. Landak di Amerika adalah dari keluarga Erethizontidae sementara landak di tempat lain adalah dari keluarga Hystricidae.

Landak yang ditemukan di Amerika Utara dan Selatan mahir mendaki sehingga menghabiskan banyak waktu di pohon-pohon mencari makan. Diantara beberapa sub-spesies tersebut bahkan dilengkapi dengan ekor yang dapat membantu mereka berpegangan pada dahan pohon.

Pada umumnya seekor landak mampu berlari kencang untuk menghindari para pemangsa. Namun jika terdesak, Landak akan berhenti dan mendirikan bulu-bulunya yang menyerupai duri yang terdapat pada kulit bagian atas tubuhnya, meski berlawanan dengan mitos, landak sebenarnya tidak bisa melemparkan duri mereka untuk menusuk pemangsanya.

Landak merupakan hewan omnivora, makanannya terdiri dari serangga dan hewan-hewan kecil lainnya seperti jangkrik, katak, siput, cacing, dll. Selain memakan hewan-hewan kecil, hewan ini juga gemar memakan daun, akar dan batang pohon, khususnya pada bagian yang memiliki kulit kayu yang masih muda.

Landak membuat sarangnya dengan cara menggali lubang di dalam tanah hingga kedalaman sekitar 5 meter. Lubang ini terdiri dari beberapa cabang di dalam tanah yang mempunyai beberapa pintu keluar. Satu lubang (berukuran lebih besar) menjadi pintu masuk utama dan beberapa lubang (berukuran lebih kecil) sebagai pintu keluar.

Saat ini jumlah populasi landak semakin berkurang dan beberapa sub-spesies diantaranya bahkan telah terancam punah, ini disebabkan oleh maraknya pembakaran hutan untuk perluasan lahan baru, maupun dari perburuan untuk mendapatkan dagingnya yang terkenal khas dan lembut. Selain itu ada juga yang menjadikan beberapa bagian tubuh dari hewan ini untuk dijadikan sebagai obat tradisional. Kini landak telah termasuk dalam satwa yang dilindungi oleh undang-undang.

Related posts