Mengungkap Misteri Dunia Fauna

Mengungkap Misteri Dunia Fauna

Mengungkap Misteri Dunia Fauna – Dunia fauna saat ini sudah semakin banyak di bicarakan orang. Hampir setiap hari akan ada banyak spesies yang baru dan masih belum dapat di identifikasi oleh penelitian. Penemuan makhluk misterius terjadi berkali-kali di berbagai negara di dunia. Sebagian besar berwujud seperti hewan, sebagian lain berwujud seperti tumbuhan. Tak jarang juga makhluk misterius tersebut benar-benar tidak bisa digambarkan.

Inilah beberapa hal unik dan misterius dalam dunia fauna yang sudah dipecahkan oleh sains. Apa saja, ya? Yuk, disimak!

1. Misteri lolongan pada anjing
Pada serigala, lolongan berfungsi sebagai bentuk komunikasi terhadap kelompok serigala lainnya. Mereka akan memberikan informasi terkait keadaan, mangsa, kondisi kelompok, dan lain sebagainya kepada kelompok serigala lain yang posisinya berjauhan. Namun, mengapa anjing juga melolong? Apakah benar anjing berkomunikasi dengan lolongan?

Ternyata, anjing melolong sebagai bentuk respons mereka terhadap lingkungan. Sebuah jurnal yang diterbitkan dalam WebMD mengungkap bahwa anjing bisa melolong sebagai bentuk komunikasi, namun sangat berbeda dengan serigala. Anjing berusaha untuk mendapatkan perhatian dari pemiliknya dan bahkan dari anjing-anjing lainnya dalam radius tertentu.

Hal ini tidak lantas membuktikan bahwa serigala merupakan nenek moyang dari anjing. Sebaliknya, studi dan penelitian terbaru justru membuktikan bahwa serigala bukanlah nenek moyang dari anjing. Alur evolusi mereka terpisah pada ratusan ribu tahun lalu dan mereka (kelompok canidae) diprediksi memiliki nenek moyang yang sama.

2. Mengapa kucing mendesis?
Pada zaman purba, orang-orang mungkin percaya bahwa desisan kucing berkaitan dengan hal-hal supernatural. Namun, ilmuwan dan ahli satwa sudah menemukan jawaban ilmiah tentang desisan kucing. Baik itu kucing rumahan maupun kucing hutan memang bisa mendesis di momen-momen tertentu. Jadi, mengapa mereka melakukannya?

Paw Tracks dalam lamannya menjelaskan bahwa berdasarkan studi dan riset yang dilakukan ilmuwan dan ahli satwa, kucing mendesis sebagai tanda akan banyak hal. Mendesis adalah perilaku atau naluri bawaan yang diturunkan dari nenek moyang kucing, termasuk kepada singa, harimau, kucing hutan, hingga kucing peliharaan.

Alasan mereka mendesis umumnya mengarah pada peringatan terhadap kucing atau hewan lain di sekitarnya. Desisan juga bisa menunjukkan bahwa kucing sedang dalam keadaan kesakitan dan ketakutan. Dalam kasus yang umum, induk kucing betina akan mendesis kepada siapa saja yang mendekati anak-anaknya.

Baca Juga : Daftar Spesies yang Baru di Temukan

3. Gajah dengan empatinya
Gajah adalah hewan dengan tingkat empati yang sangat tinggi. Bahkan, dalam banyak kasus, mereka bisa sangat bersedih jika ada anggota kelompoknya yang mati. Butuh waktu yang lama bagi ilmuwan untuk memahami perasaan pada gajah. Pasalnya, selama ini hewan mungkin hanya dianggap sebagai organisme yang sulit merasakan empati.

Dilansir dalam World Animal Protection, gajah menjadi salah satu spesies di Bumi yang bisa merasakan empati, sedih, gembira, dan perasaan lainnya yang sulit dideskripsikan. Hal ini membuktikan bahwa perasaan dan emosi pada gajah termasuk sangat kompleks, rumit, dan hidup. Hewan-hewan sosial memang punya perasaan empati yang lebih tinggi, serigala juga termasuk salah satunya.

Keterikatan mereka pada kelompok sosialnya akan membentuk ikatan emosional sebagai bagian dari evolusi perilaku organisme. Jika mereka tidak mengembangkan sifat tersebut, seleksi alam akan dengan mudah mengeliminasi populasi mereka di alam liar.

Related posts