Musang Sulawesi Di Daerah Endemis Sulawesi

Musang Sulawesi Di Daerah Endemis Sulawesi

Musang Sulawesi  – Musang sulawesi, Macrogalidia musschenbroekii, merupakan satu-satunya binatang pemakan daging (karnivora) yang endemik untuk Sulawesi. Binatang ini merupakan jenis mamalia darat yang paling tidak dikenal dari Sulawesi.

Panjang tubuhnya adalah antara 65 sampai 71 cm (tanpa ekor) dan beratnya antara 3,8 hingga 6,1 kg. Bagian atas tubuhnya berwarna coklat muda hingga coklat tua, sedangkan bagian bawah berkisar dari kuning kecoklatan sampai keputihan. Bagian dadanya berwarna kemerahan dengan bintik-bintik coklat sempit, sedangkan pada sisi tubuh dan bagian punggung terdapat garis-garis, dan ekornya bergelang-gelang coklat muda hingga coklat tua.

Musang ini terdapat di hutan dataran rendah maupun hutan pegunungan sampai dengan ketinggian 2.600 m. Binatang ini sering dilaporkan terlihat di hutan primer, walaupun, pernah juga dijumpai di padang rumput dan daerah perkebunan. Makanannya terutama mamalia kecil dan buah, khususnya buah palem. Binatang ini sangat mahir memanjat dengan menggunakan kakinya yang lentur serta jari yang berselaput dan cakar yang bisa ditarik sedikit (semi-retractile). Binatang ini sering hidup menyendiri, meskipun induk dan anak yang masih kecil suka berkeliaran dan makan bersama.

Status

Sedikit sekali yang diketahui mengenai musang ini karena hanya ada sedikit catatan yang tersedia. Sampai belum lama ini, binatang ini diketahui hanya terdapat di Sulawesi Utara saja, yakni mulai dari Gunung Klabat sampai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Namun, tim peneliti WCS-IP Sulawesi menemukan musang ini di Sulawesi Tenggara, yakni di Taman Nasional Rawa Aopa dan Taman Wisata Alam Mongolo.

Karena hanya sedikit informasi yang tersedia, maka perkiraan mengenai kelimpahan jenis ini belum pernah dibuat. Penelitian WCS-IP Sulawesi yang menggunakan kamera-trap tidak menemukan adanya binatang ini di semua hutan Sulawesi Utara yang disurvei. Namun wawancara dengan penduduk memberi petunjuk bahwa musang ini mungkin terdapat di Cagar Alam Gunung Ambang dan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Kajian populasi binatang ini sangat dibutuhkan.

Related posts