Pesut Mahakam

Pesut Mahakam

daftarfaunaindonesia.web.id – Pesut mahakam sering di sebut sebagai lumba-lumba air tawar. Mamalia yang satu ini sering ditemukan di muara sungai Kalimantan. Tapi saat ini Pesut mahakam sudah menjadi satwa yang langka.

Sungai Mahakam merupakan sungai terpanjang dan terbesar di Provinsi Kalimantan Timur dan menjadi habitat dari pesut (Orcaella brevirostris). Pesut mahakam juga dikenal dengan istilah ‘irrawaddy dolphin’. Tidak seperti mamalia air lain seperti lumba-lumba dan ikan paus yang hidup di laut, pesut mahakam hidup di sungai-sungai daerah tropis.

Ciri – ciri

Baca juga : Enggang Gading

Pesut mempunyai kepala berbentuk bulat (seperti umbi) dengan kedua matanya yang kecil (mungkin merupakan adaptasi terhadap air yang berlumpur). Tubuh pesut berwarna abu-abu sampai wulung tua, lebih pucat dibagian bawah – tidak ada pola khas. Sirip punggung kecil dan membundar di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar; tidak ada paruh. Sirip dada lebar membundar.

Pesut bergerak dalam kawanan kecil.

Walaupun pandangannya tidak begitu tajam dan kenyataan bahwa pesut hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun pesut merupakan ‘pakar’ dalam mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan. Barangkali mereka menggunakan ultrasonik untuk melakukan lokasi gema seperti yang dilakukan oleh kerabatnya di laut.

Populasi hewan ini terus menyusut

Akibat habitatnya terganggu, terutama makin sibuknya lalu-lintas perairan Sungai Mahakam, serta tingginya tingkat erosi dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya. Kelestarian Pesut Mahakam juga diperkirakan terancam akibat terbatasnya bahan makanan berupa udang dan ikan, karena harus bersaing dengan para nelayan di sepanjang Sungai Mahakam.

Baca juga : Ayam Bekisar

Pesut mahakam lebih menyukai perairan di dekat pesisir dan muara, termasuk perairan yang sangat berlumpur dan perairan keruh yang terdapat agak ke pedalaman di sungai-sungai besar, tenang dan tidak mencolok. Beberapa catatan menyebutkan bahwa habitat pesut mahakam pernah terlihat di Sungai Kapuas (Kalimantan Barat), Sungai Barito (Kalimantan Selatan), Sungai Kahayan (Kalimantan Tengah), Sungai Kumai (di sekitar Tanjung Puting), dan ada juga yang melaporkan bahwa pesut mahakam ditemukan di wilayah Jawa, Sumatera serta Papua.

Berdasarkan sumber yang didapat dari kajian ilmiah, pesut mahakam termasuk mamalia yang hidup berkelompok antara 3-7 ekor. Setiap satu atau dua menit mereka akan muncul ke permukaan untuk bernapas. Selain itu, aktivitasnya adalah bermain dan makan. Perilaku makan pesut mahakam adalah dengan menyemprotkan air dari dalam mulutnya, yang berguna untuk melemaskan ikan sebagai mangsanya.

Related posts