Teknologi Canggih yang Terinspirasi dari Hewan

Teknologi Canggih yang Terinspirasi dari Hewan

Teknologi Canggih yang Terinspirasi dari Hewan – Saat ini sudah semakin banyak orang yang memanfaatkan berbagai macam cara yang dapat membuat sebuah teknologi. Semakin berkembangnya zaman, manusia tetap enggak lupa buat belajar dari binatang. Beragam teknologi canggih yang diciptakan manusia saat ini ternyata juga terinspirasi dari binatang. Enggak hanya karena kegunaannya, ilmu meniru alam, yang dikenal dengan sebutan biomimetik, sekarang jadi industri yang bernilai miliaran dolar.

1. Rem Udara – Burung

Kebayang, enggak, sih, kalau teknologi rem udara enggak pernah eksis di dunia? Pastinya, kacau banget, ‘kan? Setiap kali naik pesawat, lo pasti tegang melulu karena pesawatnya enggak bisa ngerem. Tanpa rem udara, bisa dipastiin bahwa industri penerbangan enggak bakal sebesar sekarang. Makanya, kita kudu berterima kasih sama burung yang jadi sumber inspirasi para insinyur penerbangan.

Rem udara terinspirasi dari sayap burung yang punya dua lapisan bulu, yaitu bulu buat terbang dan bulu buat menghangatkan tubuh. Di antara itu semua, bulu yang paling penting pada burung sebenarnya terletak pada bagian tengah sayap yang bernama alula. Bulu ini menutupi bagian sayap yang berfungsi layaknya jempol manusia. Bulu ini bisa diatur oleh burung dengan membuka ruang kecil yang bikin burung jadi lebih stabil saat ingin mendarat atau memperlambat kecepatan.

2. Pisau Lipat – Kucing

Di balik tampangnya yang blo’on dan ngegemesin, kucing ternyata juga jadi inspirasi bagi manusia. Buat lo yang melihara kucing, pastinya pernah lihat cakar kucing yang bisa dimasukin dan dikeluarin. Hal ini berfungsi agar kucing enggak melukai dirinya sendiri saat menggunakan tangannya buat ngebersihin wajah.

Meski enggak tercatat dalam sejarah, enggak salah lagi kalau teknologi pisau lipat terinspirasi dari cakar kucing ini. Bayangin aja kalau enggak ada pisau lipat. Apalagi buat lo yang sering naik gunung atau bertualang ke alam bebas. Malas banget, ‘kan, bawa pisau dapur yang enggak ada pelindungnya?

3. Baju Militer Antibakteri – Ikan Hiu

Meski dianggap sebagai salah satu predator paling ganas yang paling dihindarin di lautan, ikan hiu ternyata malah dipelajarin manusia buat dijadiin inspirasi teknologi canggih. Angkatan Laut Amerika Serikat ngelakuin riset soal kulit ikan hiu yang dianggap sangat bersih dan enggak pernah terjangkit bakteri.

Hal ini pun membuat tim riset Angkatan Laut Amerika bikin seragam militer yang berfungsi layaknya kulit ikan hiu. Menurut penelitian yang dilakukan pada 2003, kulit ikan hiu bisa mencegah bakteri atau mikroba lain menempel dan tumbuh di seragam tersebut. Sebelumnya, Angkatan Laut Amerika selalu direpotkan dengan bakteri yang membuat seragam jadi lengket. Kerugian yang harus mereka tanggung akibat masalah ini diperkirakan mencapai 50 juta dolar per tahun.

4. Kloning – Bintang Laut

Teknologi kloning memang sempat jadi topik hangat dan kontroversial. Banyak yang bilang teknologi ini ngelawan alam dan bisa berdampak buruk bagi manusia. Akan tetapi, harus diakuin bahwa teknologi kloning adalah teknologi yang benar-benar canggih.

Meski Dolly si kambing selalu dikenal sebagai ikon teknologi kloning, lo mungkin enggak tahu ada spesies binatang yang harusnya lebih cocok dijadiin ikon, yaitu bintang laut. Binatang laut ini adalah makhluk hidup yang bisa bereproduksi secara seksual atau pun aseksual. Uniknya, penelitian mengatakan bintang laut bakal berumur lebih pendek jika bereproduksi secara seksual. Sedangkan, secara aseksual, alias kloning dirinya sendiri, bintang laut bakal lebih lama hidupnya.

Sayangnya, manusia belum bisa menciptakan kloning membelah diri ala bintang laut. Makanya, harus diakuin binatang laut yang menginspirasi karakter Patrick dalam serial SpongeBob SquarePants ini jauh lebih “cerdas” dibanding manusia dalam soal kloning.

5. Tenaga Surya – Salamander

Di masa saat energi fosil udah mulai melangka, energi surya dianggap sebagai teknologi masa depan yang udah mulai digunain secara massal oleh manusia. Selama ini, ilmu tenaga surya selalu lekat dengan tumbuhan yang mampu berfotosintesis. Akan tetapi, mungkin lo enggak mengetahui sebelumnya bahwa ada binatang yang mampu “berfotosintesis” alias memanfaatkan cahaya matahari buat hidup.

Belum lama ini, sekelompok ilmuwan mempelajari salamander totol dan menemukan bahwa embrio dari binatang amfibi ini mengandung algae yang hidup di dalam bayi salamander sebelum menetas. Algae bisa hidup dengan memakan kotoran yang diproduksi oleh embrio salamander. Walau begitu, algae bukanlah parasit yang ngerugiin inangnya. Algae yang hidup di dalam tubuh salamander ternyata menghasilkan energi dan nutrisi bagi bayi salamander.

Related posts