Tips Melawan Ular Dalam Kondisi Apapun

Tips Melawan Ular Dalam Kondisi Apapun

daftarfaunaindonesia.web.id Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Tips Melawan Ular Dalam Kondisi Apapun. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Tips Melawan Ular Dalam Kondisi Apapun

Di Indonesia banyak anggapan bahwa saat bertemu ular, maka harus disingkirkan dengan cara apapun. Padahal asumsi tersebut justru mengancam populasi ular. Dengan mengetahui jenis dan ciri-ciri ular berbisa maupun tidak berbisa, masyarakat dapat menghadapi ular tanpa perlu membunuhnya.Riza Marlon, fotografer kehidupan alam liar, mengenalkan berbagai jenis ular dalam bukunya yang berjudul “107+ Ular Indonesia”. Di buku tersebut masyarakat dapat mengetahui bermacam jenis ular di Indonesia. Dalam acara ‘SoS From Snakebites’ Riza juga membagikan lima tips saat menghadapi ular di dalam rumah.

1. Jangan Biarkan Rumah Kotor
Rumah yang kotor menyebabkan tikus atau hewan lain bersarang dan mencari makanan di sekitarnya. Dengan banyaknya mangsa tersebut, ular mengandalkan indra penciuman untuk mengejar mereka. Untuk itu menjaga kebersihan rumah sangat penting agar tidak menjadi sarang tikus dan tempat persembunyian ular.

2. Jangan Panik
Ketika bertemu ular jangan panik, panggil pemadam atau kelompok penanganan ular terdekat. Jika ingin menanganinya sendiri harus memiliki keberanian dan persiapan. Gunakan kayu atau benda lain untuk menyentuh ular kemudian masukan ke dalam wadah seperti karung lalu buang keluar.

3. Tetap Diam
Ketika mendapati ular di dalam ruangan, sebaiknya tetap diam dengan mundur perlahan dan menjauh. Namun jika ular yang dijumpai merupakan jenis yang menyemprotkan bisa seperti kobra tidak perlu panik. Tetap diam sambil memastikan keadaan aman. Ular seringkali agresif dan galak karena sifat tersebut merupakan upayanya untuk melindungi diri.

4. Jangan Lari
Lari merupakan respons natural ketika menghadapi ancaman hewan buas atau keadaan genting. Namun, ketika bertemu ular di hutan maupun di rumah justru sebaiknya tidak lari. Jika makin panik ancaman serangan ular justru tak terhindarkan.

5. Garam Tidak Efektif
Banyak masyarakat memercayai garam sebagai zat ampuh untuk mencegah atau mengusir ular. Padahal ular sama sekali tidak takut dengan garam. Taburan garam akan lebih bekerja pada hewan yang berlendir. Karena kulit hewan berlendir tersebut akan panas dan mengkerut saat terkena garam. Sebaliknya, pada ular mereka cenderung mendekat karena tidak ada efek yang ditimbulkan pada tubuhnya.

Sobat Greeners, belakangan ini populasi ular dikabarkan sedang meningkat dan penyebarannya telah sampai memasuki wilayah pemukiman penduduk terutama di wilayah Depok & Tangerang Selatan (Bintaro, Ciputat, BSD dan sekitarnya).Menurut Aji Rachmat, selaku ketua dan pendiri Yayasan Sioux Ular Indonesia, hal tersebut bisa terjadi akibat rantai makanan ular yang terputus dan ular selalu mengikuti kemana pun mangsanya pergi.“Kebanyakan mangsa ular adalah kadal, kodok dan hewan hama seperti tikus. Tapi ular bukan hama, jadi gak boleh dibunuh juga. Justru ular bermanfaat bagi ekosistem kita.”ujar Aji ketika dihubungi via WhatsApp.Selain itu, Aji juga meminta masyarakat untuk tidak membunuh ular, karena tanpa ular nantinya akan ada ledakan populasi ular spesies lain di ekosistem. Untuk mengantisipasi dan meminimalisir resiko serangan ular berbisa, yuk simak berikut adalah tips penanganan ular yang kami dapatkan dari Yayasan Sioux Ular Indonesia :

1.Tutup semua lubang drainase atau saluran lainnya.
Penutupan lubang bisa mengunakan kawat nyamuk, lalu taburkan karbol atau obat pel pada setiap setiap lubang saluran air bagian dalam (kamar mandi, tempat cuci piring, dll) dan luar rumah (drainase). Jangan taburi ular dengan garam, faktanya ular tidak takut garam karena tubuhnya memiliki sisik. Selain itu, ular juga tidak terpengaruh pada belerang, obat rayap dan semut.Ular sensitif atau tidak suka pada bau menyengat baik yang alami maupun yang kimia karena bisa menganggu penciumannya. Jangan menaburkan zat kimia secara berlebihan di lubang saluran air karena dapat membuat ular berpindah ke gudang, kamar atau ruangan yang dihuni banyak tikus. Ular tidak bersarang, dia hidup secara nomaden mengikuti bau mangsanya.

2. Hilangkan Potensi Jalur Perpindahan Ular
Potong semua dahan pepohonan yang sudah melewati tembok pembatas rumah dan yang menempel pada tembok rumah Anda agar tidak dijadikan sebagai penghantar atau jalur masuk ular. Namun perlu diingat, ada banyak ular yang terestrial atau hidup di tanah.

3. Bersihkan dan Rapikan Sekitar
Buang atau singkirkan semua sisa barang bekas apapun khususnya di luar rumah agar tidak dijadikan tempat pemberhentian atau sarang ular. Karena ular sering berpindah-pindah, benda seperti tabung gas di bawahnya juga bisa dijadikan tempat persembunyiannya. Oleh karena itu, angkat dan periksa terlebih dahulu sebelum membeli tabung gas.Intinya, pastikan rumah Anda selalu dalam keadaan bersih, karena tikus yang merupakan makanan favorit ular bersarang di tempat yang kotor. Jika jarang dibersihkan, rumah Anda secara tidak langsung bisa mendatangkan ular.

Baca Juga  : Si Predator Ular Sanca Batik Dari Indonesia

5. Silent, Thinking, Observation dan Prepare
Bila menemukan ular lebih baik diam dan jangan bergerak sampai dia benar-benar menjauhi kita karena ular merespon setiap pergerakan kita. Terapkan STOP (silent, thinking, observation dan prepare) yang berati diam mematung, sambil meneliti apakah ular tersebut berbisa atau tidak, memperhatikan lingkungan sekitar dan mencari alat bantu, serta mempersiapkan langkah lanjutan.Jangan pernah mencoba memegang atau menangkap ular tanpa alat untuk menghindari resiko tergigit. Setiap jenis ular memiliki karakter dan sifat yang berbeda sehingga teknik penanganannya pun berbeda.

6. Bila terkena gigitan ular berbisa
Segera imobilisasi korban atau buat korban agar tidak bergerak sepenuhnya, gunakan teknik ini sebagaimana yang telah direkomendasikan WHO. Usahakan jangan panik dan secepat mungkin carilah rumah sakit terdekat yang menyediakan serum anti bisa ular (SABU). Kedepannya, untuk mengantisipasi keterlambatan penanganan secara medis, catat atau datalah rumah sakit terdekat yang selalu menyediakan stok serum anti bisa ular.Korban gigitan ular awalnya akan merasa gatal karena racun neurotoxcyn tidak langsung meninggalkan rasa sakit. Namun jangan dianggap remeh, karena jika tidak segera ditangani secara medis, racunnya dapat menyerang saraf termasuk mematikan fungsi jantung.

7. Jangan Sedot Racun Pada Gigitan Ular!
Jangan pernah mencoba menyedot luka gigitan ular, hal tersebut justru dapat mempercepat fase lokal menjadi fase sistemik yg mematikan.

8. Bila Terkena Semburan Bisa Ular
Bila mata Anda terkena semburan bisa ular (perlu diketahui hanya ular jenis kobra yang mampu menyemburkan bisa) untuk sementara lakukan teknik irigasi di mata dengan menggunakan 5-7 liter air bersih. Jangan direndam dan jangan dikucek atau digosok. Setelah itu, segera tangani secara medis di rumah sakit terdekat.Demikian beberapa tips penanganan ular yang bisa dilakukan ketika kita berhadapan dengan satwa ini, intinya jangan panik dan berikan respon dengan tenang dan terukur.

Related posts